Baiklah, ini dia kisah dracin fantasi yang Anda minta: **Kau Berlutut di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu** _Babak 1: Len...

Seru Sih Ini! Kau Berlutut Di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu Seru Sih Ini! Kau Berlutut Di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu

Seru Sih Ini! Kau Berlutut Di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu

Seru Sih Ini! Kau Berlutut Di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu

Baiklah, ini dia kisah dracin fantasi yang Anda minta: **Kau Berlutut di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu** _Babak 1: Lentera di Sungai Ingatan_ Dunia manusia, di tepi Sungai Ingatan. Lentera-lentera *ajaib* berpendaran di atas air keruh, setiap cahayanya menyimpan fragmen memori yang terbuang. Di dunia roh, hembusan angin membawa bisikan nama-nama yang terlupakan, dan bulan purnama adalah saksi bisu dari janji-janji yang dilanggar. Xiao Xing, seorang wanita muda yang tewas dalam kecelakaan misterius, kini berdiri di perbatasan dua dunia. Ia ingat… sedikit. Kilasan-kilasan adegan mengerikan, bayangan seorang pria berwajah sendu, dan perasaan dikhianati yang menusuk. Namun, kematiannya bukanlah akhir. Ia terlahir kembali di dunia roh, dengan kekuatan baru dan takdir yang belum tertulis. Di makamnya di dunia manusia, sosok jangkung bersujud. Pria itu, Lin Yue, mantan tunangannya. Air mata membasahi tanah basah. "Xing'er… maafkan aku," bisiknya. Xiao Xing, dalam wujud rohnya, menatapnya dari balik kabut. *Maaf?* Kata itu terasa hambar. Kebenaran kematiannya masih tersembunyi, seperti naga yang tertidur di dasar sungai. _Babak 2: Bayangan yang Berbicara_ Di dunia roh, Xiao Xing belajar mengendalikan kekuatannya. Ia bertemu dengan roh-roh kuno, penjaga gerbang antara dunia, dan bayangan-bayangan yang menyimpan rahasia. Bayangan-bayangan itu *berbicara*, mengungkap potongan demi potongan kebenaran. Kematiannya bukanlah kecelakaan. Itu adalah RENCANA. "Seseorang menginginkan kekuatanmu, Xing'er. Kekuatan yang kau bawa dari dunia manusia," desis bayangan tua, suaranya bergemuruh seperti gua yang runtuh. "Kekuatan yang terhubung dengan takdir abadi." Lin Yue, di dunia manusia, dihantui mimpi buruk. Ia melihat wajah Xiao Xing, penuh amarah dan kekecewaan. Ia mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun setiap langkahnya terasa seperti berjalan di atas pecahan kaca. _Babak 3: Bulan yang Mengingat Nama_ Malam bulan purnama. Di dunia roh, Xiao Xing berdiri di puncak Gunung Abadi. Bulan, saksi dari segala kejadian, memancarkan cahaya perak yang membakar. Ia melihat masa lalu, masa kini, dan kemungkinan masa depan. Ia melihat Lin Yue *tidak* bersalah. Ia melihat pria lain, dengan senyum licik dan mata sedingin es – Paman Li, mentornya sendiri. Paman Li yang selama ini tampak baik dan bijaksana, ternyata adalah dalang dari segala kejahatan. Ia menginginkan kekuatan Xiao Xing untuk membuka Gerbang Kegelapan dan menguasai kedua dunia. Paman Li telah memanipulasi takdir. Ia mengatur kecelakaan itu, menjebak Lin Yue, dan membuat Xiao Xing membenci tunangannya. _Babak 4: Cinta dan Manipulasi_ Xiao Xing kembali ke dunia manusia, dalam wujud mimpi. Ia menemui Lin Yue dalam tidurnya. Ia menunjukkan kebenaran. Ia menunjukkan cinta sejatinya, yang tak pernah padam meski maut memisahkan. Lin Yue terbangun dengan air mata berlinang. Ia *tahu*. Ia harus menghentikan Paman Li. Pertempuran terakhir terjadi di Sungai Ingatan. Lin Yue, dengan bantuan roh-roh baik, melawan Paman Li dan pasukannya. Xiao Xing, dalam wujud rohnya, bertarung di sisinya. Kekuatannya, dikombinasikan dengan cinta Lin Yue, berhasil mengalahkan Paman Li dan menghancurkan rencananya. Di saat terakhir, Paman Li berteriak, "Kau mencintaiku, Xing'er! Kau milikku!" Xiao Xing menatapnya dengan dingin. "Aku memang mencintaimu… sebagai mentor. Namun, cintaku pada Lin Yue melampaui hidup dan mati." Paman Li lenyap, meninggalkan debu hitam yang berbau busuk. Xiao Xing dan Lin Yue saling berpandangan. Mereka *bersama*, meski terpisah oleh dua dunia. _Epilog_ Siapa yang mencintai, dan siapa yang memanipulasi takdir? Kebenaran telah terungkap. Namun, luka tetap membekas. "Di alam baka, cinta kita akan mekar, ataukah hanyalah fatamorgana yang diciptakan oleh jiwa-jiwa yang tersesat?" ...Dan bintang-bintang pun berjatuhan.
You Might Also Like: 0895403292432 Distributor Skincare

0 Comments: