## Kau Tak Ingat Aku, Tapi Jantungmu Masih Bergetar Saat Aku Mendekat Sinyal WiFi di hatiku putus-putus, sama seperti kenangan tentangmu. Du...

Kisah Seru: Kau Tak Ingat Aku, Tapi Jantungmu Masih Bergetar Saat Aku Mendekat Kisah Seru: Kau Tak Ingat Aku, Tapi Jantungmu Masih Bergetar Saat Aku Mendekat

Kisah Seru: Kau Tak Ingat Aku, Tapi Jantungmu Masih Bergetar Saat Aku Mendekat

Kisah Seru: Kau Tak Ingat Aku, Tapi Jantungmu Masih Bergetar Saat Aku Mendekat

## Kau Tak Ingat Aku, Tapi Jantungmu Masih Bergetar Saat Aku Mendekat Sinyal WiFi di hatiku putus-putus, sama seperti kenangan tentangmu. Dulu, kita terhubung dalam jaringan 4G yang abadi, tapi sekarang? Hanya sisa *loading* tak berujung. Aku, Lin Mei, seorang arsitek mimpi di masa depan yang gersang, merancang kota-kota vertikal yang berjuang melawan gravitasi dan polusi. Kamu, ah, kamu, Jiang Wei, seorang penyair melankolis di masa lalu yang berdebu, menulis sajak-sajak tentang rembulan yang tak lagi bulat. Kita terpisah dimensi, terpisahkan oleh garis waktu yang kusut seperti kabel charger handphone yang terlilit. Tapi, ada sesuatu yang aneh. Setiap kali aku melewati reruntuhan gedung opera yang menjadi saksi bisu masa lalumu, jantungku berdebar kencang, seperti notifikasi *urgent* dari seseorang yang sangat aku kenal. Setiap aku memejamkan mata, aku melihat bayanganmu—siluet yang samar, tapi terasa begitu FAMILIAR. Kau, Jiang Wei, merasakan hal yang sama. Dalam surat-surat yang kau titipkan pada angin, kau bercerita tentang suara aneh yang berdengung di telingamu, suara yang terdengar seperti langkah kaki asing di jalanan yang lengang. Kau menggambarkannya sebagai “Gema Masa Depan”, bisikan tentang kota-kota kaca dan logam yang menjulang tinggi, dan wajah seorang wanita yang kau yakini sebagai *soulmate*mu yang hilang. Kita berdua mencari. Aku, mencari jejakmu di antara data-data kuno dan debu-debu sejarah. Kau, mencari kehadiranku di antara barisan puisi dan nada-nada piano yang sumbang. Kita saling berpapasan di ambang waktu, terhuyung-huyung seperti hantu yang ingin saling menggenggam, tapi terhalang oleh layar *error* kehidupan. Pernah, di suatu malam yang **GEMPA**, aku menemukan sebuah flash drive tua. Di dalamnya, tersimpan rekaman suara. Suaramu, Jiang Wei. Kau membacakan puisi. Puisi yang sama yang selalu muncul dalam mimpiku. Di akhir rekaman, kau berbisik: "Lin Mei... aku tahu kau ada di sana..." Saat itu, aku menyadari. Cinta ini bukan sekadar pertemuan dua jiwa di dimensi yang berbeda. Ini adalah *LOOP* abadi. Kita adalah reinkarnasi dari kisah yang tak pernah selesai, dua fragmen memori yang terus mencari satu sama lain, terjebak dalam siklus tanpa akhir. Dan inilah rahasia ganjil itu: Cinta kita bukan cinta yang baru tumbuh. Ini adalah **ECHO**, gema dari kehidupan yang tak pernah tuntas, sebuah melodi yang terus berulang, meski dunia di sekeliling kita runtuh. Apakah ini akhirnya? Layar berkedip. Sinyal hilang. Semua terasa semakin jauh… Dan pesan terakhir itu muncul, **ERROR 404: NOT FOUND.**
You Might Also Like: Drama Populer Aku Adalah Folder Jangan

0 Comments: