## Kau Adalah Akhir dari Segala Perang, Tapi Awal dari Segala Rindu Hujan kota jatuh seperti air mata digital di layar ponselku. Setiap tete...

Cerpen Seru: Kau Adalah Akhir Dari Segala Perang, Tapi Awal Dari Segala Rindu Cerpen Seru: Kau Adalah Akhir Dari Segala Perang, Tapi Awal Dari Segala Rindu

Cerpen Seru: Kau Adalah Akhir Dari Segala Perang, Tapi Awal Dari Segala Rindu

Cerpen Seru: Kau Adalah Akhir Dari Segala Perang, Tapi Awal Dari Segala Rindu

## Kau Adalah Akhir dari Segala Perang, Tapi Awal dari Segala Rindu Hujan kota jatuh seperti air mata digital di layar ponselku. Setiap tetesnya memantulkan cahaya neon kafe tempat aku menunggu. Aroma kopi yang pahit, sama pahitnya dengan sisa chat yang tak terkirim di antara kita. Namamu, *Li Wei*, masih terpampang di sana, seolah mengejek keberadaanku. Kita bertemu di sebuah forum *online*, sebuah kubangan anonimitas di mana orang-orang membuang kesepian mereka. Kau, dengan puisi-puisimu yang kelam, dan aku, dengan cerita-ceritaku yang patah. Notifikasi yang awalnya canggung, lama kelamaan menjadi candu. Mimpi-mimpi kita bertaut, meski hanya dalam dimensi piksel. Kau bilang aku adalah akhir dari segala perangmu. Sebuah metafora, kurasa. Atau mungkin, aku memang berhasil meredakan riuh dalam dirimu, sebelum akhirnya menciptakan perang baru, perang yang *lebih* mengerikan. Kenangan tentangmu adalah GIF yang terus berputar di benakku. Tawa renyahmu saat *video call*, cerita-cerita anehmu tentang masa kecil di desa terpencil, bahkan cara jarimu mengetik pesan, semuanya terukir dengan **TEBAL** di hatiku. Tapi ada yang hilang. Sebuah potongan *puzzle* yang membuat gambarmu buram dan tidak utuh. Kehilangan ini samar, seperti bayangan di balik kabut. Aku merasakan keberadaanmu, aroma parfummu (yang entah bagaimana bisa tercium lewat layar), tapi tak bisa meraihmu. Kau adalah misteri yang belum selesai. Sebuah buku dengan halaman yang dirobek. Lalu, satu malam, saat aku tanpa sengaja menemukan *folder* tersembunyi di ponselmu, semuanya menjadi jelas. Foto-foto. Surat-surat. Sebuah rahasia yang selama ini kau sembunyikan rapat-rapat. Sebuah **KELUARGA**. Kau sudah memiliki semuanya, Li Wei. Dan aku hanyalah pelarian sesaat, hiburan di tengah badai. *KECEWA?* Tentu saja. Tapi kemarahan lebih terasa asing. Aku tak akan berteriak, menangis, atau menghancurkan apa pun. Balas dendamku akan lebih lembut, lebih sunyi, lebih menyakitkan. Aku membuka chat terakhir kita. Mengetik sesuatu, lalu menghapusnya. Mengetik lagi, lalu menghapusnya lagi. Hingga akhirnya, aku hanya meninggalkan satu kata: **"Selamat."** Aku mengirimkannya, lalu memblokir nomormu. Menghapus semua foto dan pesan. Menghilang. Di balik jendela kafe, hujan mulai mereda. Matahari mulai menyingsing, mewarnai langit dengan warna-warna lembayung. Aku tersenyum. Senyum terakhir yang akan kau lihat, bahkan mungkin tak akan pernah kau lihat. Keputusanku sudah bulat. Aku akan meninggalkan kota ini. Mencari kehidupan baru, di tempat yang jauh dari aroma kopi dan bayanganmu. Dan saat aku melangkah keluar dari kafe, aku tahu. _Kau adalah akhir dari segalanya, tapi…_
You Might Also Like: 0895403292432 Skincare Alami Untuk_02033344806

0 Comments: