Aku Mencintaimu Tanpa Izin, dan Menyesal Tanpa Akhir Bab 1: Bunga Plum di Tengah Salju Seratus tahun lalu, di tengah gemuruh perang dan i...

Endingnya Gini! Aku Mencintaimu Tanpa Izin, Dan Menyesal Tanpa Akhir Endingnya Gini! Aku Mencintaimu Tanpa Izin, Dan Menyesal Tanpa Akhir

Endingnya Gini! Aku Mencintaimu Tanpa Izin, Dan Menyesal Tanpa Akhir

Endingnya Gini! Aku Mencintaimu Tanpa Izin, Dan Menyesal Tanpa Akhir

Aku Mencintaimu Tanpa Izin, dan Menyesal Tanpa Akhir

Bab 1: Bunga Plum di Tengah Salju

Seratus tahun lalu, di tengah gemuruh perang dan intrik istana, lahirlah cinta terlarang antara Putri Mei Hua dan Jenderal Li Wei. Cinta yang tumbuh subur di antara bunga plum yang bermekaran di tengah salju, cinta yang penuh janji dan harapan. Namun, cinta itu dicemari oleh dosa pengkhianatan dan janji yang dilanggar. Li Wei, demi kekuasaan, menikahi putri dari kerajaan musuh, mengkhianati Mei Hua dan cintanya. Mei Hua, hancur dan terluka, mengakhiri hidupnya di bawah pohon plum, bersumpah akan membalas dendam di kehidupan selanjutnya.

Seratus tahun kemudian, di kota Shanghai yang modern, seorang wanita muda bernama Lin Xiuying, seorang pianis berbakat, selalu dihantui mimpi aneh tentang pohon plum yang bermekaran di tengah salju dan suara seorang pria yang memanggil namanya. Dia merasa seolah-olah dia pernah hidup sebelumnya, merasakan sakit hati dan kehilangan yang mendalam yang tidak bisa dia jelaskan.

Suatu hari, saat tampil di sebuah konser amal, Xiuying bertemu dengan CEO tampan bernama Zhang Yi, yang memiliki aura misterius dan mata yang seolah-olah menyimpan ribuan tahun sejarah. Begitu mata mereka bertemu, Xiuying merasa jantungnya berdebar kencang. Ada sesuatu yang familiar, sesuatu yang magis, dalam tatapan Yi yang membuatnya merinding. Ia merasa TERJEBAK.

"Aku... seperti pernah mengenalmu," kata Yi, suaranya berat dan serak.

Xiuying hanya bisa terpaku, hatinya dipenuhi kebingungan dan harapan.

Bab 2: Echo dari Masa Lalu

Pertemuan mereka menjadi awal dari serangkaian kejadian aneh. Xiuying terus-menerus menemukan petunjuk tentang kehidupan masa lalunya. Sebuah lukisan kuno di sebuah galeri seni yang menampilkan Putri Mei Hua, buku harian usang yang berisi puisi-puisi cinta yang ditulis dengan tinta merah, dan melodi yang selalu terngiang di kepalanya, melodi yang ternyata adalah lagu cinta yang diciptakan oleh Li Wei untuk Mei Hua.

Sementara itu, Yi juga merasakan hal yang sama. Dia dihantui mimpi tentang perang, tentang seorang wanita cantik yang berdiri di bawah pohon plum, dan tentang pengkhianatan yang membuatnya sangat menyesal. Dia mulai mencari tahu tentang sejarah keluarga Zhang dan menemukan catatan tentang seorang jenderal bernama Li Wei yang meninggal dalam perang, meninggalkan seorang putri yang patah hati.

Mereka berdua secara tidak sadar tertarik satu sama lain, seperti magnet yang ditarik oleh gaya yang tak terlihat. Cinta mulai tumbuh di antara mereka, namun dibayangi oleh bayangan masa lalu yang gelap.

Bab 3: Rahasia yang Terungkap

Perlahan tapi pasti, misteri masa lalu mereka mulai terungkap. Xiuying menemukan bahwa dia adalah reinkarnasi dari Putri Mei Hua, dan Yi adalah reinkarnasi dari Jenderal Li Wei. Mereka ditakdirkan untuk bertemu kembali, untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai dari kehidupan mereka sebelumnya.

Namun, ada satu kebenaran pahit yang harus mereka hadapi: janji yang dilanggar oleh Li Wei. Pengkhianatan itu telah merusak jiwa mereka dan menyebabkan penderitaan yang tak terukur.

Yi, yang merasa bersalah dan menyesal atas perbuatannya di masa lalu, berusaha sekuat tenaga untuk menebus kesalahannya. Dia membuktikan cintanya kepada Xiuying dengan ketulusan dan pengorbanan. Dia ingin menunjukkan bahwa dia telah berubah, bahwa dia layak mendapatkan pengampunan Mei Hua.

Bab 4: Balas Dendam dalam Keheningan

Xiuying, meskipun mencintai Yi, masih merasa sakit hati atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Li Wei. Dia harus memutuskan apakah dia bisa mengampuni pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Alih-alih membalas dendam dengan kemarahan dan kebencian, Xiuying memilih jalan yang lebih sulit: keheningan dan pengampunan. Dia membiarkan Yi merasakan beban dari dosanya sendiri, membiarkan penyesalannya membakarnya dari dalam.

Pada akhirnya, Xiuying mengampuni Yi, bukan karena dia pantas mendapatkannya, tetapi karena dia tidak ingin terus terikat pada masa lalu. Dia ingin membebaskan dirinya dari rantai kebencian dan menemukan kedamaian.

Di akhir cerita, Xiuying dan Yi berdiri di bawah pohon plum yang bermekaran di tengah salju, tempat di mana cinta mereka dimulai seratus tahun lalu.

Xiuying berbisik, "... Di kehidupan selanjutnya, jangan pernah melupakan bunga plum itu..."

You Might Also Like: 108 Kekurangan Pelembab Skin Barrier

0 Comments: